Monday, February 29, 2016

Mimpi Adalah Awal Kesuksesan


Mimpi ini bukanlah sesungguh – sungguhnya mimpi. Mimpi yang dimaksud adalah suatu impian atau harapan yang selalu menempel erat di pikiran kita. Impian yang tidak akan lepas sampai kapanpun di perasaan kita. Dengan adanya mimpi, secara tidak langsung jiwa serta raga kita akan menuju kepada apa yang kita impikan itu. Jadi abaikan omongan orang mengenai larangan untuk bermimpi besar.

Salam SE,

Hai sahabat SE (Smart Entrepreneur), setelah sahabat semua membaca pada artikel yang pertama ( Mulai Melangkah Ke Dunia Bisnis ) maka sesuai janji, pada artikel kali ini akan membahas mengenai salah seorang yang hebat dengan bisnisnya dibidang edukasi. Dan pada artikel sebelumnya telah dibocorkan siapa beliau.

Beliau merupakan Owner dari STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Bermimpi serta berdoa hingga mewujudkan pemikiran yang positif merupakan sihir bagi diri kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Banyak orang condong berpikir negatif karena meremehkan keajaiban sebuah mimpi.

Mimpi secara tidak langsung akan membuat sebuah titik tujuan dan doa yang terkabul akan mendesak kita, sehingga mimpi itu menjadi benar – benar terwujud. Dalam menuju kepada apa yang kita impikan banyak sekali masalah yang akan kita hadapi. Masalah tersebut datang bertubi tubi. Sikap sabar serta jujur merupakan kunci utama dalam mempertahankan mimpi yang semakin lama terlihat jelas.

Bisnis edukasi ini berawal dari modal yang beliau miliki. Modal merupakan aset pertama. Jangan selalu anggap modal merupakan uang, uang, dan uang. Modal merupakan harta, segala sesuatu yang kita miliki merupakan harta. Dari mulai fisik, kemampuan, hingga finansial / materi, semua itu merupakan aset dalam mewujudkan impian. Berawal dari membentuk suatu bimbingan belajar yang dinamai Bimbingan Tes (Primagama), bisnis edukasi itu mulai perlahan berjalan. Bisnis ini tidak serta merta berjalan begitu saja, namun dibutuhkan aset yang paling utama dibidang ini. Aset ini merupakan rekan – rekan beliau dari beberapa fakultas yang berbeda beda di kampus besar itu. Dimana beliau sendiri dapat mengajar Fisika, Kimia, dan Matematika. Rekan beliau lainnya ada yang dari Teknik Elektro yang dapat mengajar Matematika, ada juga dari Fakultas Ekonomi yang dapat mengajar Bahasa Inggris dan Ekonomi, ada juga yang dari Biologi yang dapat mengajar Biologi.

Mereka merupakan starter yang terbilang nekat. Dari beliau dan beberapa rekan beliau inilah, peluang bisnis itu pun semakin terlihat terang. Langkah selanjutnya mereka mencari pengajar yang mereka sebut tentor yang juga merupakan kawan – kawan dekat yang mau dibayar murah, karena belum memiliki kemampuan untuk membayar mahal. Itu pun dengan beberapa pernyataan yang sedikit menggelikan. Kalau ada uang mereka dibayar tapi jika belum ada mereka dimohon kesabarannya. Namun hal itu tidak menjadi masalah yang besar berkat rasa percaya dan rasa kekeluargaan yang tinggi serta mereka semua meyakini bahwa suatu saat impian mereka akan terwujud. Selain tentor ada pula di bagian CS (Constumer Service) yang ikut memaklumi hal tersebut. Berdirinya bimbingan belajar itu merupakan modal patungan bersama dengan rekan beliau yang sangat luarbiasa itu.

Sekali lagi aset yang luarbiasa itu adalah merupakan rekan – rekan beliau itu sendiri. Bulan berganti bulan hingga hampir menginjak tahun kedua. Masing masing hanya menerima uang Rp 50,000 setiap bulannya yang saat itu mungkin nominal itu hanya cukup untuk makan saja. Namun berkat rasa prihatin yang luar biasa dari mereka semua, uang yang terkumpul membuat bimbingan belajar tersebut dapat terus hidup.

Strategi Pemasaran

Promosi merupakan hal lain yang sangat penting dalam membagun bisnis apapun bentuknya. Namun terkadang kita terasa selalu disuguhkan hal yang dirasa merugikan menurut pandangan kita mengenai hal promosi tersebut. Memang hal paling efisien merupakan mencari cara promosi yang tidak buruk dan tidak terlalu menguras keuangan alias yang sedang – sedang bagi seorang starter. Dapat dikatakan bahwa promosi walau dengan biaya tinggi lebih baik dari pada tanpa promosi sama sekali. Dengan sama sekali tidak memperkenalkan produk atau jasa ke target pasar dan hanya mengandalkan konsumen yang tak sengaja datang, dapat membuat bisnis itu hancur secepat cepatnya kehancuran bisnis.

Maka diperlukan cara promosi yang menarik. Promosi yang menarik dan kreatif telah dilakukan oleh pendiri bimbingan belajar itu. Dari mulai mendatangai rumah siswa sekolahan dengan membimbing mereka dengan senang hati hingga membagikan brosur di beberapa sekolahan. Pada awalnya terdapat beberapa Kepala Sekolah yang menolak hal itu. Mungkin karena bimbingan belajar tersebut masih belum memiliki reputasi. Namun dari situlah ide kreatif muncul. Dengan bekerja sama dengan tukang parkir sekolah, sebagian brosur itu pun di tempel di helm yang terdapat disana dan sebagian lainnya dibagikan kepada siswa di depan pintu keluar sekolahan.

Dan akhirnya dampak dari promosi itu terlihat. Kenaikan jumlah siswa itu terjadi dengan cukup pesat hingga mengakibatkan harus adanya tambahan ruangan untuk menampung siswa. Akhirnya karena hal itu mau tidak mau prusahaan itu harus menyewa tempat lagi. Tempat yang selanjutnya mereka sewa adalah ruangan disebelah utara dari ruangan yang telah disewa. Walaupun siswa meningkat namun biaya yang mereka keluarkan sangat murah yaitu Rp 9,500. Memang benar perusahaan itu sedang mengincar reputasi.

Langkah selanjutnya adalah membuka cabang

Cara membuka cabang perusahaan ini juga cukup terbilang nekat. Cabang yang dibuka dengan menyewa rumah namun pembayaran sewanya dibayar dibelakang. Cukup sulit menemukan tempat sewa yang pembayarannya diakhir waktu sewa. Namun dengan ketekunan dan kesabaran perusahaan itu menemukan rumah yang dapat dipakai dengan pembayaran sewannya diakhir waktu sewa. Waktu terasa cepat berlalu dan perusahaan itu terus berkembang. Dan perusahaan itu memutuskan untuk menyewa gedung. Gedung yang disewa masih dengan cara pembayaran diakhir waktu sewa. Walaupun hal tersebut terbilang nekat, namun ternyata berjalan dengan baik.

Itulah cerita berdirinya bimbingan tes Primagama yang sangat luarbiasa. Namun dengan seiris cerita tersebut bukan merupakan akhir dari cerita perjuangan. Justru dari situlah mulai terbentuknya Perguruan Tinggi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA mungil muncul dengan awalan sistem bisnis yang mirip dengan Primagama. Bermula dari sulitnya mencari gedung atau rumah yang dapat dijadikan tempat mahasiswanya belajar dan tentunya juga dibayar diakhir waktu sewa hingga mengiklankannya ke media – media cetak yang sekali lagi dengan meminta membayar jasa mereka diakhir waktu sewa. Namun ada yang sedikit berbeda di perguruan tinggi bidang komputer ini. Perbedaannya terletak pada keinginan dari perusahaan itu untuk membentuk siswanya juga menjadi pengusaha seperti dirinya. Sekali lagi kesabaran, keuletan, serta kejujuran merupakan kunci sukses. Banyak pula orang yang mengolok – olok beliau. Namun jiwa entrepreneur yang terlatih tidak mempan dengan olok – olok sampah itu.

Seiring dengan manajemen yang luarbiasa serta relasi yang terus meningkat, maka AMIKOM serta Primagamapun terus naik dan berkembang. Hingga beliau menggoreskan tinta dan menyusun buku yang mampu memotivasi setiap orang bahwa, setiap orang dapat menjadi pengusaha sukses “Everyone Can Be S Success Entrepreneur”.

Sungguh panjang kisah sukses beliau. Dengan panjangnya kisah itu kita semua harus menyadari bahwa kesuksesan tidak datang dengan segera. Butuh proses dalam mencapainya. Kegagalan adalah hal yang sangat biasa dalam berusaha. Namun kegagalan bukan merupakan kehancuran.

Writer : “Kegagalan bukan merupakan kehancuran, namun kegagalan merupakan sebutir keberhasilan dimana setiap orang lupa akan hikmah dari kegagalan itu”

Untuk memperkokoh niat sahabat SE, pada artikel selanjutnya akan dijabarkan mengenai kegagalan yang ternyata keberhasilan bagi yang mengetahuinya.
Selamat membaca di artikel berikutnya




No comments:

Post a Comment

About Me

Popular Posts

Success is Choice!