Mimpi ini bukanlah sesungguh – sungguhnya mimpi. Mimpi yang dimaksud adalah suatu impian atau harapan yang selalu menempel erat di pikiran kita. Impian yang tidak akan lepas sampai kapanpun di perasaan kita. Dengan adanya mimpi, secara tidak langsung jiwa serta raga kita akan menuju kepada apa yang kita impikan itu. Jadi abaikan omongan orang mengenai larangan untuk bermimpi besar.
Salam SE,
Salam SE,
Hai sahabat SE (Smart
Entrepreneur), setelah sahabat semua membaca pada artikel yang pertama ( Mulai
Melangkah Ke Dunia Bisnis ) maka sesuai janji, pada artikel kali ini akan
membahas mengenai salah seorang yang hebat dengan bisnisnya dibidang edukasi. Dan
pada artikel sebelumnya telah dibocorkan siapa beliau.
Beliau merupakan Owner
dari STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Bermimpi serta berdoa
hingga mewujudkan pemikiran yang positif merupakan sihir bagi diri kita untuk
mewujudkan mimpi tersebut. Banyak orang condong berpikir negatif karena
meremehkan keajaiban sebuah mimpi.
Mimpi secara tidak
langsung akan membuat sebuah titik tujuan dan doa yang terkabul akan mendesak
kita, sehingga mimpi itu menjadi benar – benar terwujud. Dalam menuju kepada
apa yang kita impikan banyak sekali masalah yang akan kita hadapi. Masalah
tersebut datang bertubi tubi. Sikap sabar serta jujur merupakan kunci utama
dalam mempertahankan mimpi yang semakin lama terlihat jelas.
Bisnis edukasi ini
berawal dari modal yang beliau miliki. Modal merupakan aset pertama. Jangan
selalu anggap modal merupakan uang, uang, dan uang. Modal merupakan harta,
segala sesuatu yang kita miliki merupakan harta. Dari mulai fisik, kemampuan,
hingga finansial / materi, semua itu merupakan aset dalam mewujudkan impian.
Berawal dari membentuk suatu bimbingan belajar yang dinamai Bimbingan Tes
(Primagama), bisnis edukasi itu mulai perlahan berjalan. Bisnis ini tidak serta
merta berjalan begitu saja, namun dibutuhkan aset yang paling utama dibidang
ini. Aset ini merupakan rekan – rekan beliau dari beberapa fakultas yang
berbeda beda di kampus besar itu. Dimana beliau sendiri dapat mengajar Fisika,
Kimia, dan Matematika. Rekan beliau lainnya ada yang dari Teknik Elektro yang
dapat mengajar Matematika, ada juga dari Fakultas Ekonomi yang dapat mengajar
Bahasa Inggris dan Ekonomi, ada juga yang dari Biologi yang dapat mengajar
Biologi.
Mereka merupakan
starter yang terbilang nekat. Dari beliau dan beberapa rekan beliau inilah,
peluang bisnis itu pun semakin terlihat terang. Langkah selanjutnya mereka
mencari pengajar yang mereka sebut tentor yang juga merupakan kawan – kawan
dekat yang mau dibayar murah, karena belum memiliki kemampuan untuk membayar
mahal. Itu pun dengan beberapa pernyataan yang sedikit menggelikan. Kalau ada
uang mereka dibayar tapi jika belum ada mereka dimohon kesabarannya. Namun hal
itu tidak menjadi masalah yang besar berkat rasa percaya dan rasa kekeluargaan
yang tinggi serta mereka semua meyakini bahwa suatu saat impian mereka akan
terwujud. Selain tentor ada pula di bagian CS (Constumer Service) yang ikut
memaklumi hal tersebut. Berdirinya bimbingan belajar itu merupakan modal
patungan bersama dengan rekan beliau yang sangat luarbiasa itu.
Sekali lagi aset yang
luarbiasa itu adalah merupakan rekan – rekan beliau itu sendiri. Bulan berganti
bulan hingga hampir menginjak tahun kedua. Masing masing hanya menerima uang Rp
50,000 setiap bulannya yang saat itu mungkin nominal itu hanya cukup untuk
makan saja. Namun berkat rasa prihatin yang luar biasa dari mereka semua, uang
yang terkumpul membuat bimbingan belajar tersebut dapat terus hidup.
Strategi Pemasaran
Promosi merupakan hal
lain yang sangat penting dalam membagun bisnis apapun bentuknya. Namun
terkadang kita terasa selalu disuguhkan hal yang dirasa merugikan menurut
pandangan kita mengenai hal promosi tersebut. Memang hal paling efisien
merupakan mencari cara promosi yang tidak buruk dan tidak terlalu menguras
keuangan alias yang sedang – sedang bagi seorang starter. Dapat dikatakan bahwa
promosi walau dengan biaya tinggi lebih baik dari pada tanpa promosi sama
sekali. Dengan sama sekali tidak memperkenalkan produk atau jasa ke target
pasar dan hanya mengandalkan konsumen yang tak sengaja datang, dapat membuat
bisnis itu hancur secepat cepatnya kehancuran bisnis.
Maka diperlukan cara
promosi yang menarik. Promosi yang menarik dan kreatif telah dilakukan oleh
pendiri bimbingan belajar itu. Dari mulai mendatangai rumah siswa sekolahan
dengan membimbing mereka dengan senang hati hingga membagikan brosur di
beberapa sekolahan. Pada awalnya terdapat beberapa Kepala Sekolah yang menolak
hal itu. Mungkin karena bimbingan belajar tersebut masih belum memiliki
reputasi. Namun dari situlah ide kreatif muncul. Dengan bekerja sama dengan
tukang parkir sekolah, sebagian brosur itu pun di tempel di helm yang terdapat
disana dan sebagian lainnya dibagikan kepada siswa di depan pintu keluar
sekolahan.
Dan akhirnya dampak
dari promosi itu terlihat. Kenaikan jumlah siswa itu terjadi dengan cukup pesat
hingga mengakibatkan harus adanya tambahan ruangan untuk menampung siswa. Akhirnya
karena hal itu mau tidak mau prusahaan itu harus menyewa tempat lagi. Tempat
yang selanjutnya mereka sewa adalah ruangan disebelah utara dari ruangan yang
telah disewa. Walaupun siswa meningkat namun biaya yang mereka keluarkan sangat
murah yaitu Rp 9,500. Memang benar perusahaan itu sedang mengincar reputasi.
Langkah selanjutnya
adalah membuka cabang
Cara membuka cabang
perusahaan ini juga cukup terbilang nekat. Cabang yang dibuka dengan menyewa
rumah namun pembayaran sewanya dibayar dibelakang. Cukup sulit menemukan tempat
sewa yang pembayarannya diakhir waktu sewa. Namun dengan ketekunan dan
kesabaran perusahaan itu menemukan rumah yang dapat dipakai dengan pembayaran
sewannya diakhir waktu sewa. Waktu terasa cepat berlalu dan perusahaan itu
terus berkembang. Dan perusahaan itu memutuskan untuk menyewa gedung. Gedung
yang disewa masih dengan cara pembayaran diakhir waktu sewa. Walaupun hal
tersebut terbilang nekat, namun ternyata berjalan dengan baik.
Itulah cerita
berdirinya bimbingan tes Primagama yang sangat luarbiasa. Namun dengan seiris
cerita tersebut bukan merupakan akhir dari cerita perjuangan. Justru dari
situlah mulai terbentuknya Perguruan Tinggi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
STMIK AMIKOM
YOGYAKARTA mungil muncul dengan awalan sistem bisnis yang mirip dengan
Primagama. Bermula dari sulitnya mencari gedung atau rumah yang dapat dijadikan
tempat mahasiswanya belajar dan tentunya juga dibayar diakhir waktu sewa hingga
mengiklankannya ke media – media cetak yang sekali lagi dengan meminta membayar
jasa mereka diakhir waktu sewa. Namun ada yang sedikit berbeda di perguruan
tinggi bidang komputer ini. Perbedaannya terletak pada keinginan dari
perusahaan itu untuk membentuk siswanya juga menjadi pengusaha seperti dirinya.
Sekali lagi kesabaran, keuletan, serta kejujuran merupakan kunci sukses. Banyak
pula orang yang mengolok – olok beliau. Namun jiwa entrepreneur yang terlatih
tidak mempan dengan olok – olok sampah itu.
Seiring dengan
manajemen yang luarbiasa serta relasi yang terus meningkat, maka AMIKOM serta
Primagamapun terus naik dan berkembang. Hingga beliau menggoreskan tinta dan
menyusun buku yang mampu memotivasi setiap orang bahwa, setiap orang dapat
menjadi pengusaha sukses “Everyone Can Be S Success Entrepreneur”.
Sungguh panjang kisah
sukses beliau. Dengan panjangnya kisah itu kita semua harus menyadari bahwa
kesuksesan tidak datang dengan segera. Butuh proses dalam mencapainya.
Kegagalan adalah hal yang sangat biasa dalam berusaha. Namun kegagalan bukan
merupakan kehancuran.
Writer : “Kegagalan bukan merupakan kehancuran, namun
kegagalan merupakan sebutir keberhasilan dimana setiap orang lupa akan hikmah
dari kegagalan itu”
Untuk memperkokoh niat
sahabat SE, pada artikel selanjutnya akan dijabarkan mengenai kegagalan yang
ternyata keberhasilan bagi yang mengetahuinya.
Selamat membaca di
artikel berikutnya
No comments:
Post a Comment